Di Balik Kilau Ombak Pangandaran, Ada Pesan Leluhur yang Mulai Terlupakan.
Selami ULAH NANGTANG TATANEN, 11 kisah bersahaja dari pesisir selatan yang mengungkap rahasia, adat, dan tradisi di balik indahnya destinasi wisata dunia.
Miliki Edisi Digital Sekarang


Anda mungkin mengenal Pangandaran dari garis pantainya yang memukau, pasir putihnya, atau matahari terbenamnya yang menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun, pernahkah Anda mendengar bisikan angin malam yang membawa pesan dari masa lalu? Di balik ramainya deru pariwisata komersial, ada adat yang dijaga, pantangan yang dihormati, dan cerita leluhur yang tidak boleh lekang oleh waktu. Buku ini hadir untuk memastikan kisah-kisah berharga tersebut tidak hilang ditelan zaman.
Buku ini bercerita tentang:
ULAH NANGTANG TATANEN
11 Kisah dari Pesisir Pangandaran
adalah gerbang menuju sudut kehidupan masyarakat pesisir selatan yang jarang terekspos. Mengangkat realita, mitos, dan petuah kuno, setiap lembarnya akan mengajak pembaca dewasa menyelami kehidupan batin manusia pesisir—tentang bagaimana mereka hidup berdampingan dengan alam, menghormati tradisi, dan apa akibatnya jika mencoba 'menantang' aturan tak tertulis dari tanah leluhur. Nikmati kisahnya dalam:
Gema di Goa Jepang,
Malam Penjemputan di Cikembulan,
Ombak Pertama di Batu Karas,
Riak Hijau di Balik Balawista,
Arca yang Menolak Pindah,
Bisikan di Green Canyon,
Pasar Ikan yang Terbakar,
Misteri Pasir Hitam,
Sajadah Putih di Ujung Runway,
Melodi Terakhir Kidung Gunung, dan
Harta Karun di Lembah Putri.
..... Udara di mulut Goa Jepang selalu lebih dingin daripada hutan di sekitarnya.
Aroma tanah basah, lumut tua, dan karat yang mengendap puluhan tahun menguar dari lorong beton yang gelap. Dari celah-celah langit-langit, air menetes perlahan, memecah kesunyian menjadi gema-gema kecil yang terdengar semakin jauh.
Yayan berhenti melangkah. Entah mengapa, setiap kali berdiri di depan mulut bunker itu, ia selalu merasa sedang berdiri di hadapan sesuatu yang masih menyimpan napas. Ia menoleh ke langit.
Semburat jingga menggantung di balik rimbun pepohonan Cagar Alam Pangandaran. Cahaya senja merayap pelan di permukaan beton tua, seolah enggan meninggalkan tempat yang telah terlalu lama akrab dengan gelap.....
Nikmati kisah selengkapnya
Gema di Goa Jepang
Tentang Penulis
Buku ini ditulis oleh H. Sobirin, seorang akademisi dan praktisi pendidikan putra daerah yang mencintai dan hidup di tengah denyut nadi budaya Pesisir Pangandaran dari masa ke masa.
Melalui kedekatan emosional dan pengamatan mendalam terhadap kehidupan lokalitas, beliau merangkai kisah-kisah ini untuk merawat pengetahuan dan memastikan kearifan lokal Sunda pesisir tetap lestari dan menginspirasi generasi hari ini.


Miliki Versi Digitalnya Sekarang!
Dapatkan kenyamanan membaca instan langsung di smartphone, tablet, atau laptop Anda tanpa perlu menunggu buku versi cetak resmi diluncurkan.
Format: E-Book PDF High Quality
Harga Spesial Pra-Rilis: Rp. 75.000 -- Rp. 49.600
Pesan Melalui WA